Latest News

Showing posts with label Santa Maria. Show all posts
Showing posts with label Santa Maria. Show all posts

Tuesday, May 20, 2014

Maria Memperlihatkan Yesus Putranya kepada Kita


Anak. Bersukalah hari ini, Maria yang kudus, karena engkau melahirkan sukacita perjanjian yang baru; bersukalah, Bunda keteguhan, karena engkau memelihara keperawananmu yang telah berbunga ke dalam kemuliaan; bersukalah, Bunda perawan, karena engkau telah dibebaskan dari kutukan dan rasa malu yang ditimpakan kepada wanita. Engkau dapat langsung bersukacita pada Yesus, Juruselamatmu, karena engkau menghangatkan di dadamu dan membaringkan di palungan dengan tanganmu sendiri Dia yang langit tidak dapat menampung.

Engkau langsung menyembah Dia yang dilahirkan dari engkau dalam waktu; namun engkau tahu dengan baik bahwa di tempat tinggi Ia mempunyai Allah sebagai Bapa-Nya. Engkau langsung member Dia perhatian keibuan; dank arena melalui rahmat engkau telah menjadi begitu agung dan suci, rohmu bersukacita melampaui segala hal.

2. Surga dan bumi memuji engkau; setiap keindahan mengucap syukur kepadamu. Jiwaku memuji engkau, Bunda terkasih, dan segala sesuatu di dalam diriku bergembira dengan penghormatan tertinggi pada kehadiranmu. Lidahku tidak mampu menyanyikan pujian-pujianmu, juga pikiranku pun tidak mamppu merenungkan kebesaranmu.

Karena itu, aku berlutut dengan rendah hati di hadapanmu, Maria, Bunda Allah yang besar. Terimalah doa-doaku dan dengarlah dengan kasih keiban kerinduan-kerinduan hatiku.

3. Jiwaku rindu untuk melihat Yesus, karena aku tahu Ia adalah kebahagiaanku. Tunjukkan kepadaku harta berharga yang tersembunyi yang dengan hati-hati engkau lindungi di dekatmu. Aku percaya bahwa Yesus adalah Putra Tunggal Allah dan Anak pertama yang dilahirkan dari keperawanmu yang subur.

Aku mengaku bahwa Ia adalah Allahku, Pencipta dan Penebusku, yang dilahirkan untuk keselamatanku. Kepada Dialah aku berdoa, dengan pengantaraanmu, untuk melihat dan menyembah dengan penuh hormat. Engkau membungkus Dia dalam kain bedung, sehingga tidak mudah bagi orang-orang luar untuk melihat dan mengenal Dia. Siapa yang dapat melihat Dia jika engkau tidak berkenan memperlihatkan Dia? Justru, hanya melalui engkau kami mempunyai jalan kepada Putra dan Putra kepada Bapa.

4. Karena itu, perlihatkan kepadaku Yesus; itu cukup bagiku, melebihi segala-galanya. Aku tidak meminta atau menginginkan bantuan apapun kecuali Yesus, Putramu, tempat pengungsian istimewaku dan sukacitamu satu-satunya.

Santa Maria, Bundaku, aku sungguh-sungguh rindu melihat Yesus, Yang engkau kasihi sebelum dan di atas semua yang lain. Hatiku merindukan Yesus; hatiku menyerukan Yesus.

5. Bunda. Jika engkau ingin melihat Yesus, matamu harus murni dan jernih. Engkau harus bertindak dengan kesalehan dan kerendahan hati dalam segala sesuatu yang engkau lakukan. Engkau harus menolak semua hal-hal duniawi dan menyangkal dirimu.

6. Anak. Bunda Maria terkasih, aku bahwa aku begitu kotor dan sama sekali tidak pantas melihat Putramu. Namun aku pasti tidak dapat tahan diam-diam disini, karena aku didesak oleh rasa cintaku yang paling dalam untuk mengungkapkan kerinduanku. Aku tahu bahwa doa-doa menyenangkan Yesus. Aku juga tahu bahwa suatu hal yang menyenangkan bagimu untuk menolong orang-orang yang berdoa. Maka, aku tidak dapat dengan gampang berhenti berdoa�

Thomas a Kempis~ Imitatione Mariae. Vivit Dominus in cuius conspectus sto.

Wednesday, April 23, 2014

Doa Regina Caeli (Ratu Surga)


Ketika sebelumnya kita mendaras Doa Angelus (Malaikat Tuhan) untuk mengenang misteri inkarnasi Kristus diluar Masa Paskah pada jam 06:00, 12:00, 18:00; dengan memasuki Masa Paskah ini kita mendaraskan Doa Regina Caeli (Ratu Surga) yaitu doa yang diucapkan menggantikan doa Angelus pada waktu yang sama pula. Doa ini didoakan selama Masa Paskah. Dari Minggu Paskah hingga Minggu Pentakosta. Berikut ini adalah teks doa Regina Caeli dalam dua bahasa:

Bahasa Indonesia:

Ratu surga, bersukacitalah, alleluya.
Sebab Ia yang sudi kau kandung, alleluya.
Telah bangkit seperti dikatakan-Nya, alleluya.
Doakanlah kami pada Allah, alleluya.
Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, alleluya.
Sebab Tuhan sungguh telah bangkit, alleluya.

Marilah berdoa: Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Kami mohon, perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama Bunda-Nya, Perawan Maria. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Bahasa Latin:

Regina caeli, laetare, alleluia:
Quia quem meruisti portare, alleluia,
Resurrexit sicut dixit, alleluia.
Ora pro nobis Deum, alleluia.
Gaude et laetare, Virgo Maria, alleluia,
Quia surrexit Dominus vere, alleluia.

OremusDeus, qui per resurrectionem Filii tui, Domini nostri Iesu Christi, mundum laetificare dignatus es: praesta, quaesumus; ut, per eius Genetricem Virginem Mariam, perpetuae capiamus gaudia vitae. Per eundem Christum Dominum nostrum. Amen.

Dominus illuminatio mea!

Friday, April 4, 2014

Doa kepada Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel


Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, jadilah pengharapan kami terus menerus.
Maria, murid Tuhan yang sempurna, buatlah kami juga setia kepada-Nya.
Maria, kusuma Karmel, penuhilah kami dengan sukacitamu.
Perawan Maria, keindahan Karmel, tersenyumlah pada kami yang mencintaimu.
Bunda Karmel yang lemah lembut, peluklah kami sebagai putra/i-mu.
Maria, Ibu yang tiada bandingnya, ingatlah selalu akan anak-anakmu.
Perawan suci, bintang samudra, jadilah lampu mercusuar bagi kami.
Kerudung yang melindungi, lindungilah kami dengan mantol cintamu.
Maria yang dikandung tanpa noda, doakanlah kami yang memohon bantuanmu.

Marilah berdoa (B. Latin: Oremus)
Bapa yang Mahakuasa, pandanglah kami anak-anak-Mu dan topanglah kami dengan kekuatan-Mu. Semoga kami, yang menghormati Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, senantiasa bergembira atas perlindungannya yang tak pernah gagal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Wednesday, February 5, 2014

Pesta-pesta Bunda Maria di Gereja Timur

Oleh Rm. Anthony Teolis, C.PP.S. dari CATHOLIC DIGEST yang diterjemahkan oleh PM

Banyak pesta Maria yang populer berasal dari liturgi Katolik Ritus Timur, terutama dari Gereja Yunani. Memang, melihat dari dekat doa-doa yang digunakan oleh Ritus Romawi dalam setiap kesempatan untuk menghormati Bunda Maria memperlihatkan bahwa kebanyakan hanya merupakan pernyataan kembali yang diterjemahkan dari doa-doa Ritus Timur. Liturgi Bizantium, khususnya, kaya akan himne-himne Maria, syair-syair pujian, dan doa-doa. Hal yang sama juga dapat dikatakan dari Gereja-Gereja Ethiopia dan Syria.

Namun tidak semua Gereja-Gereja Katolik Byzantium dan Gereja-Gereja Ortodoks berbagi pesta-pesta Maria yang sama. Beberapa khusus untuk Gereja atau kelompok etnis tertentu. Karenanya pesta-pesta yang dipelihara di sini adalah yang paling banyak dirayakan. Melkite, contohnya, memperingati pesta Romanus sang penyanyi, dan Rasul Ananias, pada tanggal 1 Oktober dan bukan merayakan pesta Maria berupa pesta Kerudung Pelindung Bunda Maria. Selain itu, kebanyakan pesta-pesta Maria di Gereja-Gereja Timur cenderung dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa sejarah atau dengan penampakan-penampakan Maria.

Tidak mengherankan, banyak himne Maria yang indah, kaya dalam tradisi dan devosi, dinyanyikan dengan puji-pujian dalam Gereja-Gereja Tmur sebagai penghormatan Maria. Byzantium, contohya, memiliki ratusan kontaks, atau doa-doa pendek berdasarkan Kitab Suci, dan ribuan tulisan-tulisan yang menghormati Bunda Maria. Semuanya itu menempati lebih dari 20 volume yang besar sekali. Masih terdapat pula lainnya, yang kini hilang atau tidak diedit, yang mampu mengisi lebih banyak buku. Doa-doa liturgis Byzantium terbanyak berisikan kemuliaan dan pujian kepada Bunda Maria, sama halnya dengan Misteri-Misteri Rosario dari Ritus Romawi. 

Komposer lagu-lagu Maria di Timur yang terkenal meliputi S. Gregorius dari Cappadocia, S. Yohanes Krisostomus dan S. Efraim, pujangga dan penggubah himne-himne Maria yang pertama.
Salah satu ekspresi devosi Maria yang paling terkenal dari Gereja Timur adalah Himne Akathistos. Bagian-bagiannya dilagukan dalam gereja-gereja Ritus Byzantium pada empat hari Sabtu Pertama dari Masa Pra-Paskah, dan keseluruhan lagu himne tersebut dinyanyikan pada hari Sabtu kelima, atau Sabtu Akathistos. Karya agung epik yang panjang ini, demi menghormati peristiwa Kabar Gembira, mengisi hampir 30 halaman dari pamflet yang normal. Ketika himne ini dinyanyikan seluruhnya, umat diperbolehkan duduk hanya selama tiga interval dari lagu tersebut, yang dimaksudkan agar umat bernyanyi berdiri sebagai tanda kegembiraan dan pujian kepada Sang Perawan.

Tahun liturgis dari Gereja Timur dimulai pada 1 September dengan pesta Bunda Maria dari Miasena, dan bukan pada Minggu pertama Advent, sebagaimana di Gereja Barat, atau Gereja Katolik Roma. Hari itu memperingati penemuan kembali yang ajaib dari sebuah ikon Maria di danau biara di Miasena, Armenia, sekitar tahun 850. Pada pesta ini, orang-orang berdoa mohon perlindungan dan bimbingan khusus Maria.

Kerudung Pelindung
Satu bulan kemudian, pada 1 Oktober, beberapa orang Kristen Timur merayakan pesta Kerudung Pelindung Bunda Maria, yang berasal dari tahun 910. Selama epidemik yang mengerikan di Konstantinopel, seorang pria bernama Andrew, ketika berdoa di gereja, memperoleh penampakan dari Bunda Allah, yang ditemani oleh S. Yohanes Pembaptis dan S. Yohanes Krisostomus.

Sementara melayang di atas tabernakel, Maria melepas kerudung dari kepalanya dan membentangkannya seperti jika melindungi kota itu. Sejak kejadian itu, wabah dilaporkan telah berakhir. Pesta ini, yang memperingati perantaraan Bunda Maria, membawa juga kepada sebuah ikon khusus yang dibuat tangan yang melukiskan kejadian yang terkenal itu.

Live-Giving Fountain
Kepercayaan dan iman orang-orang Kristen Timur yang dimiliki dalam kuasa Maria itu juga cukup terlihat pada hari Jumat setelah Paskah, selama pesta Bunda Maria dari Life-Giving Fountain (Air Mancur Pemberi Kehidupan). Doa-doa liturgis yang masih digunakan itu bercerita tentang penampakan Santa Perawan yang disaksikan oleh Kaisar Leo I oada sebuah tempat suci yang berlokasi dekat kota Konstantinopel tahun 474. Maria, sebagaimana dikisahkan, menunjuk sebuah mata air kepada sang kaisar yang buta. Setelah mencuci di sana, sang pria disembuhkan.

Beberapa waktu kemudian, Kaisar Justin membangun sebuah gereja pada tempat yang sama. Dan berabad-abad kemudian, selama Perang Dunia I, ribuan peziarah lokal pergi ke Life-Giving Fountain untuk memohon perdamaian. Seringkali dijuluki sebagai �Lourdes dari Timur�, air tersebut masih menarik orang-orang sakit dan lumpuh, yang seringkali datang ke sini untuk berendam dan berdoa demi kesembuhan.

Secara historis, 11 Maret memperingati berdirinya kota Konstantinopel oleh Kaisar Konstantin pada tahun 330. Dan segera setelah berdiri, perayaan peringatan Konstantinopel mulai memasukkan Maria, yang dikenal sebagai Pelindung Agung dari kota tersebut. Tidak hanya kota itu yang didedikasikan kepada Bunda Maria, tetapi banyak gereja dan monumen yang indah di sini yang juga dibangun untuk menghormatinya dengan nama mencolok, seperti Yang Tak Bernoda, Penuh Rahmat, Penderma, Harapan Baik, dan Pembebas Dukacita.

Diyakini bahwa Konstantinopel menikmati perlindungan khusus Maria dalam menghadapi serangan Persia pada tahun 625 karena devosi rakyatnya pada jubah Maria, yang telah digantung di gereja Blakhernae sejak tahun 473. Peringatan pengaruh khusus Maria pada tanggal 31 Mei ini juga bersamaan dengan perayaan Kunjungan Maria kepada Elizabeth, sepupunya, di Ritus Romawi.

Dalam tradisi Timur, Thanksgiving meresapi lagu liturgis hari itu sebagaimana diperlihatkan dalam bagian berikut:

�Bunda Perawan, Penghibur umat manusia, engkau telah menganugerahkan jubah dan sabuk dari tubuh sucimu sebagai mantel pelindung atas kota. Melalui keibuanmu yang perawan, mereka tetap utuh, karena melalui engkau, alam dan waktu diperbarui. Karenanya, kami mohon dengan sangat kepadamu untuk memberikan keamanan ke kotamu dan untuk menunjukkan belas kasihan yang besar kepada jiwa-jiwa.�

Sebuah keyakinan akan Maria Diangkat ke Surga juga telah berakar secara mendalam dalam hati orang-orang Kristen Timur. Setiap tanggal 15 Agustus, pada kenyataannya, mereka merayakan pesta Tertidurnya Perawan Suci. Meskipun kata �tertidur� secara literal mengacu pada �Sang Perawan yang jatuh tertidur�, namun jelas dari doa-doa yang digunakan bahwa pemohon sedang mengenang Maria Diangkat ke Surga karena �makam dan kematian tidak dapat mempertahankan tidur Sang Bunda Allah.�


Akaftisi, atau vigili dan lagu tiap malam, khusus dari biara-biara Oriental mendahului upacara Tertidurnya, yang itu sendiri adalah puncak dari keseluruhan bulan yang didedikasikan kepada Sang Perawan. Dan, di hampir setiap desa dan kota, para peziarah berdatangan ke gereja-gereja dan tempat suci Bunda Maria pada saat ini untuk mencari bantuan dan perlindungannya. Tahun liturgis Gereja-Gereja Timur berakhir sebagaimana tahun itu dimulai, dengan sebuah pesta untuk menghormati Bunda Perawan. Pada tanggal 31 Agustus, pesta Sabuk Bunda Maria memperingati tempat bersemayamnya sabuk Maria dalam gereja Khalkoprateia tahun 940. Peninggalan ini, konon, dibawa dari Yerusalem di zaman kuno sebagai salah satu dari pakaian Maria yang jarang bersisa.


Sebagaimana terlihat dari masa ke masa dalam budaya, sejarah, dan liturgi Timur, Gereja-Gereja Timur ini selalu memiliki cinta yang mendalam dan personal untuk Perawan Maria. Namun, sama seperti kasih Allah yang tidak terbatas, demikian juga, dalam dan abadinya rasa hormat dan pemujaan Maria adalah umum untuk kebanyakan orang Katolik di seluruh dunia. Sementara Katolik Roma dan tetangga Timur mereka tidak selalu setuju pada semua masalah, Maria terus menjadi sumber persatuan dan harapan melampaui segala zaman.

Vivit Dominus in cuius conspectu sto.

Wednesday, August 21, 2013

Keperawanan Bunda Maria

Gereja mengajarkan bahwa Maria adalah seorang perawan sebelum, sewaktu dan sesudah melahirkan Yesus. Ini berarti bahwa Maria adalah perawan seumur hidupnya. Mengapa begitu? Karena itu adalah kehendak Tuhan dan Tuhan menghendaki Maria selalu utuh dan sempurna. Pertanyaan yang sering datang adalah bahwa Kitab Suci mengatakan bahwa sepertinya Yesus memiliki saudara kandung dan ini menunjukkan bahwa Maria tidak perawan setelah Yesus lahir.


Mat 13:55: Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara- Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
Dalam ayat ini sepertinya St. Matius menunjuk Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas sebagai adik-adik Yesus. Akan tetapi Kitab Suci akan membuktikan bahwa pandangan diatas adalah keliru. Pertama, kata saudara dapat berarti kakak, adik, sepupu dan juga saudara dalam Kristus.

Apakah memang St. Matius menuliskan ayat tersebut dengan maksud untuk mengatakan bahwa Yesus memiliki adik-adik kandung? Sama sekali tidak!

Karena pada Mat 27:56 St. Matius menjelaskan siapa yang dimaksud dengan Maria ibu Yakobus dan Yusuf. Maria yang ditulis pada ayat tersebut adalah Maria istri Klopas (Yoh 19:25).

Yoh 19:25
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Mat 27:56
Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
Bila Maria memang memiliki anak-anak lain selain Yesus, mengapa sebelum Yesus mati disalib Yesus menitipkan ibu-Nya kepada St. Yohanes? (Yoh 19:27). Bukankah adalah tanggung jawab dari anak Maria yang lainnya (jika ada) untuk mengurusnya?

Yesus menitipkan Maria kepada St. Yohanes karena St. Yoseph suami Maria telah meninggal dan Maria tidak lagi memiliki keluarga yang akan mengurusinya.

Yoh 19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid- Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Jika benar Mat 13:55 bermaksud menyatakan bahwa Yesus memiliki saudara kandung, maka seharusnyajumlah saudara Yesus berjumlah kurang lebih 120 orang. Bagaimana caranya Maria melahirkan lebih dari 100 orang anak? Dan kemudian pulang ke rumah Yohanes yang justru bukan anaknya dan tidak ke rumah salah satu dari 120 anak-nya?

Kis 1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Kis 1:15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:

Jauh hari sebelum keperawanan Maria dipertanyakan oleh umat Protestan para pelopor reformasi Protestan sekalipun selalu membela keperawanan Maria:

Matin Luther: "Adalah sebuah pengakuan iman bahwa Maria adalah Bunda Allah yang masih tetap perawan ... Kami percaya Kristus lahir dari rahimnya dan sesudahnya Maria tetap sama seperti sebelumnya. (The Works of Luther, vol. 11 halaman 319-320)
John Calvin dalam khotbahnya mengenai kitab Matius berkata "Terdapat beberapa orang yang ingin mengartikan Mat 1:25 bahwa Maria mempunyai anak-anak selain Yesus Putera Allah, dan bahwa Yoseph berhubungan dengannya setelah kelahiran Yesus; adalah suatu kebodohan! Karena penulis Injil tidak perlu menjelaskan apa yang terjadi sesudahnya akan tetapi keinginannya dalam menunjukan ketaatan Yoseph karena adalah benar bahwa itu adalah malaikat Allah yang dikirim kepada Maria. Karena itu Yoseph tidak pernah sekalipun bersama Maria. ( Sermon on Mathew 1:22- 25 cetakan 1562.)
Zwingli: "Dengan teguh aku percaya bahwa Maria menurut Injil adalah perawan yang sempurna yang melahirkan Putera Allah, Maria sewaktu melahirkan-Nya dan sesudah melahirkan-Nya dan selamanya adalah tetap sebagai perawan suci" (Zwingli Opera, vol. 1 halaman 424.)
Jika para pelopor doktrin Sola Scriptura berani membuat pernyataan iman seperti demikian, tentulah ia berkata karena dapat melihat bagaimana kenyataan keperawanan Maria memang terdapat di dalam Kitab Suci.

Seorang Protestan yang setia mengikuti doktrin sola scriptura seharusnya juga mengikuti contoh pelopor dan pencipta doktrin tersebut seperti Luther dkk yang dalam hal ini telah terang-terangan mengaku, memeluk dan membela ajaran Gereja Katolik mengenai Keperawanan Maria.

Disalin ulang oleh Katolisitas Indonesia dari buku Maria dalam Kitab Suci karya Tony Bamboe. 

Thursday, May 2, 2013

Bahaya Devosi Didalam Gereja Katolik

Dewasa kini, begitu banyak Devosi yang diarahkan oleh umat beriman kepada Santo-santa sebagai tanda penghormatan kepada mereka. Seperti yang kita ketahui bersama, para Santo-santa memiliki tempat dan peranan yang begitu unik didalam kehidupan Gerejawi. Didalam Gereja Katolik kita diajak untuk mengerti bahwa kita semua adalah anak-anak Allah yang telah dibaptis didalam Kristus Yesus. Gereja Katolik meyakini kekudusan hidup mereka dapat menjadi panutan atau teladan bagi setiap umat beriman dalam memetik nilai-nilai kehidupan yang tentu saja berhubungan tentang perjuangan hidup. 

Para Santo-santa adalah anggota Gereja yang telah mencapai kesempurnaan dan telah menyatukan diri sepenuhnya kepada Kristus (Theosis). Maka dengan menimba cinta dari para Santo-santa, kita dapat dikuatkan dalam kesatuan dan keseluruhan Tubuh Mistik Kristus itu sendiri. Sehingga sebagai persekutuan umat beriman, dimana para Santo-santa merupakan Gereja yang telah jaya dan kita yang merupakan Gereja yang masih berziarah dibumi, kita mampu saling mendoakan. Dimana kita dapat memohon doa mereka dan disamping itu pula mereka tidak henti-hentinya mendoakan kita.

Diantara begitu banyak Para kudus ada salah seorang yang memainkan peran yang begitu penting didalam sejarah penyelamatan umat manusia yaitu Santa Maria. Maria sebagai Bunda Allah memiliki posisi yang terkesan unik diantara semua Para kudus bahkan diantara segala ciptaan. Maria merengkuh kehendak Allah dengan sepenuh hati, Ia menyerahkan hidupnya kepada Allah guna pembebasan umat manusia dari dosa. Telah berabad-abad lamanya, Gereja mengarahkan hati demi penghormatan sepenuhnya kepada Bunda Maria. Gereja menghormatinya sebagai Bunda Allah, sebagai model sempurna kemuridan dan memohon doa-doanya kepada Allah atas nama kita. Maria merupakan model sempurna dari iman dan cinta kasih Gereja (LG 53). Dalam diri Maria pula, Gereja Katolik menemukan mode penyerahan dan penyucian diri secara total kepada pribadi dan karya Kristus yang menjadi sumber dan alasan penyelamatan bagi semua orang (LG 56).

Namun terkadang banyak pula Devosi yang terkesan berlebihan terhadap Maria, dan hal ini dapat memberikan kesan bahkan efek penyembahan terhadap Maria. Penyembahan terhadap Maria bukan hanya terjadi pada era kini, namun pada era Gereja Perdana. Dan penyembahan terhadap Maria dikenal sebagai sekte Collyridianisme. Sekte ini muncul di wilayah Arabia sekitar tahun 350-450. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti siapa pendiri sekte ini. Dan ketika Para Bapa Gereja mendengar hal ini mereka langsung mendiskusikannya dan mengutuk ajaran sesat ini. Tokoh Bapa Gereja dikenal menentang teguh ajaran sesat ini adalah Epifanius. Epifanius adalah seorang Uskup Salamis di Siprus, Ia dulunya adalah seorang pemuda Yahudi yang kemudian hari menjadi seorang Katolik.

Epifanius, Uskup Salamis, Pembela Iman Katolik
Pengutukan sekte ini berkaitan dengan bertentangannya ajaran ini, dengan ajaran Gereja Katolik yang mengutuk keras penyembahan berhala yang juga telah dikutuk oleh Allah sendiri: �Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku (Kel 20:3)." Gereja Katolik dalam hidup peribadatannya, terdapat 2 alur peribadatan yaitu Adoration/ penyembahandan penghormatan/hiperdulia dan kita wajib untuk memisahkan kedua konteks ini. Yang berhak dan wajib kita berikan penyembahan hanyalah Allah saja namun disamping itu kita mengenal Para kudus yang telah bersatu seluruhnya dengan Allah dan ini yang harus kita berikan penghormatan. Penghormatan kita terhadap Para kudus terkhususnya Maria sama sekali tidak mengurangi penyembahan kita kepada Allah.

Tidak jarang pula, devosi berlebihan ini ditunjukkan oleh gelar dan ucapan kita kepada Bunda Maria. �Bunda Maria, sumber segala rahmat keselamatan. selamatkanlah kami orang yang berdosa ini.� Ini adalah sebuah bentuk kekeliruan yang mendalam, kita harus tahu bahwa Maria hanyalah ciptaan, memang betul Maria memiliki peran yang penting dalam penyelamatan umat Manusia, Ia melahirkan Putra Allah sehingga Allah yang merupakan sumber segala rahmat dapat mengambil kodrat kemanusiaannya yang suci dan tanpa dosa. Namun yang perlu digarisbawahi disini adalah Maria bukanlah sumber segala rahmat, karena sumber segala rahmat itu adalah Allah sendiri. Maka dari itu, kita sebagai umat Katolik mampu membela Iman kita, apabila kita dituduh telah menyembah Maria seperti yang dilakukan oleh sekte Collyridianisme. Karena yang berhak disembah hanyalah Allah saja dan bukan Maria.

Dominus illuminatio mea!

Saturday, December 8, 2012

Katekese Singkat Tentang Saudara Yesus


Apabila Maria mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan lain, maka akan muncul pertanyaan: mengapa Yesus sebelum wafat di kayu salib tidak menyerahkan ibunya kepada anak-anaknya yang lain? Mengapa Dia justru menyerahkan IbuNya kepada Murid yang dikasihinya Yohanes untuk menjaga IbuNya? "Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" 19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya." (Yoh 19:26-27).

Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa Maria tidak mempunyai anak laki-laki atau perempuan lainnya. Gereja Katolik yakin bahwa murid yang dikasihi Yesus itu mewakili semua murid yang dikasihi oleh Yesus (Yoh 19:26-27). Pada saat yang begitu penting, tidak mungkin Yesus menitipkan IbuNya secara fisik hanya kepada seorang Murid-Nya. Tindakan-Nya itu memiliki makna yang lebih mendalam, yaitu Yesus menitipkan Maria juga kepada kita, anak-anak Bapa-Nya. 

Bukankah Kitab suci menyebut Yesus memiliki saudara-saudara (Mat12:46; 13:56; dan Mrk 6:3)? Bagaimanaka hal ini dijelaskan? Kitab suci mempergunakan kata "saudara" atau "saudara tiri" hampir sebanyak 750 kali: yakni 430 kali dalam Perjanjian Lama dan 320 kali dalam perjanjian baru. Istilah atau kata "saudara" dalam Kitab Suci bukan berarti saudara kandung (se-darah atau se-daging). Bagi orang Yahudi, kata "saudara" memiliki makna yang umum sekali, sering dihubungkan dengan sanak famili dan para pengiktut, anggota-anggota dari suku atau ras yang sama, keponakan laki2 dan saudara sepupu, paman atau sanak famili pada umumnya. Jika Yesus berbicara dalam bahasa Aram (sama seperti bahasa Ibrani), maka saudara sepupu sering disebut "saudara-saudara." Mengapa? karena bahasa tersebut tidak memisahkan kata "saudara sepupu." oleh karena itu saudara sepupu Yesus, yaitu Yakobus, Yusuf, Simon, Yudas, anak-anak Alfeus (paman Yesus dari pihak Yosef) sering dipahami secara lain oleh orang-orang Protestan sebagai anak laki-laki Maria lainnya (baca Mat 13:54-58)

Dominus illuminatio mea!

Thursday, October 25, 2012

Maria Minggu Ini : Peran Serta Maria Dalam Sejarah Keselamatan


55. (Bunda Almasih dalam Perjanjian Lama)
Kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Baru, begitu pula Tradisi yang terhormat, memperlihatkan peran Bunda Penyelamat dalam tata keselamatan dengan cara yang semakin jelas, dan seperti menyajikannya untuk kita renungkan. Ada pun Kitab-kitab Perjanjian Lama melukiskan sejarah keselamatan, yang lambat-laun menyiapkan kedatangan Kristus di dunia. Naskah-naskah kuno itu, sebagaimana dibaca dalam Gereja dan dimengerti dalam terang perwahyuan lebih lanjut yang penuh, langkah-demi langkah makin jelas mengutarakan citra seorang wanita, Bunda Penebus.

Dalam terang itu ia sudah dibayangkan secara profetis dalam janji yang diberikan kepada leluhur pertama yang jatuh berdosa, yang akan diberi nama Imanuel (lih. Yes 7:14; bdk. Mi 5:2-3; Mat 1:22-23). Dialah yang unggul di tengah umat Tuhan yang rendah dan miskin, yang penuh kepercayaan mendambakan serta menerima keselamatan dari pada-Nya. Akhirnya ketika muncullah ia, Puteri Sion yang amat mulia, sesudah pemenuhan janji lama dinanti-nantikan, genaplah masanya. Mulailah tata keselamatan yang baru, ketika Putera Allah mengenakan kodrat manusia dari padanya, untuk membebaskan manusia dari dosa melalui rahasia-rahasia hidup-Nya dalam daging.

56. (Maria menerima warta gembira)
Adapun Bapa yang penuh belaskasihan menghendaki, supaya penjelmaan Sabda di dahului oleh persetujuan dari pihak dia, yang telah ditetapkan menjadi Bunda-Nya. Dengan demikian, seperti dulu wanita mendatangkan maut, sekarang pun wanitalah yang mendatangkan kehidupan. Itu secara amat istimewa berlaku tentang Bunda Yesus, yang telah melimpahkan kepada dunia Hidu sendiri yang membaharui segalanya, dan yang oleh Allah danugerahkan kurnia-kurnia yang layak bagi tugas seluhur itu. Maka mengherankan juga, bahwa di antara para Bapa suci menjadi lazim untuk menyebut Bunda Allah suci seutuhnya dan tidak terkena oleh cemar dosa manapun juga, bagaikan makhluk yang diciptakan dan dibentuk baru oleh roh Kudus [177]. Perawan dari Nazaret  itu sejak saat pertama dalam rahim dikurniai dengan semarak kesucian yang istimewa. Atas titah Allah ia diberi salam oleh Malaikat pembawa Warta dan disebut �penuh rahmat� (Luk 1:38). 

Demikianlah Maria Puteri Adam menyetujui sabda ilahi, dan menjadi Bunda Yesus. Dengan sepenuh hati yang tak terhambat oleh dosa mana pun ia memeluk kehendak Allah yang menyelamatkan, dan membaktikan diri seutuhnya sebagai hamba Tuhan kepada pribadi serta karya Putera-Nya, untuk di bawah Dia dan beserta Dia, berkat rahmat Allah yang mahakuasa, mengabdikan diri kepada misteri penebusan. Maka memang tepatlah pandangan para Bapa suci, bahwa Maria tidak secara pasif belaka digunakan oleh Allah, melainkan bekerja sama dengan penyelamatan umat manusia dengan iman serta kepatuhannya yang bebas. Sebab, seperti dikatakan oleh S. Ireneus, �dengan taat Maria menyebabkan keselamatan bagi dirinya maupun bagi segenap umat manusia� [178]. Maka tidak sedikitlah para Bapa zaman kuno, yang dalam pewartaan mereka dengan rela hati meyatakan bersama Ireneus: �Ikatan yang disebabkan oleh ketidak-taatan Hawa telah diuraikan karena ketaan Maria; apa yang diikat oleh perawan Hawa karena ia tidak percaya, telah dilepaskan oleh perawan Maria karena imannya� [179]. Sambil membandingkannya dengan Hawa, mereka menyebut Maria �bunda mereka yang hidup� [180]. Sering pula mereka menyatakan: �maut melalui Hawa, hidup melalui Maria� [181].

57. (Santa Perawan dan masa kanak-kanak Yesus)
Adapun persatuan Bunda dengan Puteranya dalam karya penyelamatan itu terungkapkan sejak saat kristus dikandung oleh Santa perawan hingga wafat-Nya. Pertama-tama, ketika Maria berangkat dan bergegas-gegas mengunjungi Elisabet, dan diberi ucapan salam bahagia olehnya karena Maria beiman akan keselamatan yang dijanjikan, dan ketika pendahulu melonjak gembira dalam rahim ibunya (lih. Luk 1:41-45). Kemudian pada hari kelahiran yesus, ketika Bunda Allah penuh kegembiraan menunjukkan kepada para Gembala dan para Majus Puteranya yang sulung, yang tidak mengurangi keutuhan keperawanannya, melainkan justru menyucikannya [182]. 

Ketika ia dikenisah, sesudah menyerahkan persembahan kaum miskin, menghadapkan-Nya kepada Tuhan, ia mendengarkan Simeon sekaligus menyatakan, bahwa Puteranya akan menjadi tanda yang akan menimbulkan perbantahan dan bahwa suatu pedang akan menembus jiwa Bunda-Nya, supaya pikiran hati banyak orang menjadi nyata (lih. Luk 2:34-35). Ketika orang tua Yesus dengan sedih Hati mencari Putera mereka yang hilang, mereka menemukan-Nya di kenisah sedang berada dalam perkara-perkara Bapa-Nya, dan mereka tidak memahami apa yang dikatakan oleh Putera mereka. Tetapi Bundanya menyimpan itu semua dalam hatinya dan merenungkannya (lih. Luk 2:41-51).

58. (Santa Perawan dan hidup Yesus di muka umum)
Dalam hidup Yesus di muka umum tampillah Bunda-Nya dengan penuh makna, pada permulaan, ketika pada pesta pernikahan di Kana yang di Galilea ia tergerak oleh belaskasihan, dan dengan perantaraannya mendorong Yesus Almasih untuk mengerjakan tanda-Nya yang pertama (lih. Yoh 2:1-11). Dalam pewartaan Yesus ia menerima sabda-Nya, ketika Puteranya mengagungkan Kerajaan diatas pemikiran dan ikatan daging serta darah, dan meyatakan bahagia mereka yang mendengar dan melakukan sabda Allah (lih. Mrk 3:35 dan pararel; Luk 11:27-28), seperti dijalankannya sendiri dengan setia (lih. Luk 2:19 dan 51). Demikianlah Santa Perawan juga melangkah maju dalam peziarahan iman. 

Dengan setia ia mempertahankan persatuannya dengan Puteranya hingga di salib, ketika ia sesuai dengan rencana Allah berdiri di dekatnya (lih. Yoh 19:25). Disitulah ia menanggung penderitaan yang dasyat bersama dengan puteranya yang tunggal. Dengan hati keibuannya ia menggabungkandiri dengan korban-Nya, yang penuh kasih menyetujui persembahan korban yang dilahirkannya. Dan akhirnya Yesus Kristus juga, menjelang wafat-Nya di kayu salib, ia dikurniakan kepada murid menjadi Bundanya dengan kata-kata ini: �Wanita, inilah anakmu� (lih. Yoh 19:26-27) [183].

59.      (Santa Perawan sesudah Yesus naik ke sorga)
Allah tidak berkenan mewahyukan misteri keselamatan umat manusia secara resmi, sebelum mencurahkan Roh yang dijanjikan oleh kristus. Maka kita saksikan para Rasul sebelum hari pentekosta �bertekun sehati sejiwa dalam doa bersama beberapa wanita, dan Maria Bunda Yesus serat saudara-saudari-Nya� (Kis 1:14). Kita lihat Maria juga dengan doa-doanya memohon kurnia Roh, yang pada saat Warta Gembira dulu sudah menaunginya. Akhirnya Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal [184], sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat melalui kemuliaan di sorga beserta badan dan jiwanya [185]. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, Tuan di atas segala tuan (lih. Why 19:16), yang telah mengalahkan dosa dan maut [186].

Dominus illuminatio mea
sumber:Lumen Gentium 55-59

Monday, October 15, 2012

Maria Minggu Ini : Maria Ratu Kemenangan Perang Lepanto



Pesta Bunda Maria Ratu Rosari tanggal 7 Oktober dirayakan untuk memperingati kemenangan di Lepanto (1571) ketika armada laut Kristen mengalahkan armada Turki yang mengancam pantai negara-negara Kristen di seluruh Laut Tengah. Pada waktu itu seluruh umat Kristen berdoa rosario supaya mereka dibebaskan dari ancaman musuh yang akan membunuh atau menjual mereka yang ditawan ke dalam perbudakan.

Pada masa Paus Pius V mencapai tahta St. Petrus, Gereja sedang dilanda bahaya besar dari Timur yang mengancam untuk memusnahkan Kristianitas di seluruh Eropa. Kaum Muslim sangat kuat dan agresif. Bapa Suci memberi peringatan kepada para raja dan pangeran di Eropa mengenai situasi bahaya yang sedang mengancam, namun tak seorang pun yang mempedulikannya.

Ketika Jenderal La Valette yang hebat itu mempertahankan Malta dari serangan bangsa Moor, tak seorang pun yang membantunya kecuali Paus Pius V yang mengirimkan uang dari bendahara Vatikan untuk mempertahankan benteng yang penting itu. Ketika ia dikalahkan, Soliman II, Raja Turki mempersalahkan Paus dan menya-takan perang kepada Italia, mengancam akan menghancurkan setiap kota yang berada di tepi pantai. 

Menghadapi ancaman demikian, Bapa Suci memerintahkan setiap Gereja di Italia untuk mengadakan devosi 40 jam. Soliman mentertawakan cara perlawanan seperti itu, tapi 3 hari kemudian, ia wafat.

Kebebasan Italia hanya singkat saja karena raja yang baru, Raja Salin dari Sot memutuskan menjadikan Italia bagian dari kerajaannya. Kembali Bapa Suci memohon pada para penguasa di Eropa, tapi pesannya tidak juga dihiraukan dan tidak dijawab. Para utusan yang diutusnya tidak pula diterima. Hanya seorang pangeran muda dari Austria yang menjawab permohonannya. Don john dari Austria. Orang muda ini menawarkan bantuannya kepada Bapa Suci.

Meskipun Don John belum berpengalaman, Paus Pius V mengangkatnya sebagai kepala dari ekspedisi laut yang sedang dipersiapkannya untuk melawan bangsa Turki dalam mempertahankan Italia.

�Pergilah anakku, karena aku tahu Tuhan akan memberimu kemenangan. Rosario akan menjadi keselamatan bagi kita!�

Bapa Suci kemudian memberkati kapal-kapal dan seluruh armada diletakkan di bawah perlindungan Ratu Rosario yang Amat Suci. Semua yang ada di kapal menerima komuni kudus setiap hari dan berdoa rosario berkali-kali dalam sehari.

Para imam di Italia mengumpulkan umatnya dan semuanya diminta berdoa rosario. Paus masuk kapel pribadinya dan tinggal di sana terus-menerus.

Tahun 1571, sebuah armada Turki yang luar biasa besar berlayar menuju Eropa. Sasarannya menaklukkan Kota Abadi Roma. Dari Barat dikerahkan sebuah armada kecil yang sederhana persenjataannya. Pasukan pilihan gabungan Spanyol, Venesia, dan pasukan kepausan disiapkan di Pantai Lepanto dekat Yunani. Dalam La Real yang berbendera Spanyol, Don John dari Austria tak dapat menghindar dari kapal Turki yang membawa komando tertinggi Sultan Ali Pasha. Hari itu 7 Oktober 1571.

Don John baru saja keluar ke laut lepas ketika ia bertemu dengan pasukan kapal induk Turki yang hebat : 330 kapal. Ketika kedua armada itu saling berhadapan, Don John menyuruh anak buahnya berdoa rosario. Mereka memegang senjatanya sambil berdoa rosario yang ada di tangan mereka. Mereka bahkan tetap berdoa selama pertempuran memuncak. Dan sungguh amat mengherankan, satu demi satu perahu armada Turki itu tenggelam ditelan ombak dan gelombang sedangkan perahu-perahu orang Kristen tetap tidak mengalami kerusakan apa pun. Ketika Salin dari Sot menyadari bahwa ia sedang bertempur melawan lebih dari sekedar armada musuh yang kecil, ia melarikan diri ketakutan di hadapan Allah orang Kristen dan Ratu umat Katolik. 

Pertempuran Lepanto yang bersejarah itu terjadi pada siang hari minggu pertama bulan Oktober. Tiba-tiba Paus bangkit dari doanya dan memanggil mereka yang berada di sekitarnya. �Cepat kemari! Ini bukan waktunya untuk bekerja. Marilah kita bersyukur kepada Allah yang maha kuasa karena armada laut kita telah memperoleh kemenangan yang besar...!�

Dari sudut pandang sebagai manusia, kemenangan itu adalah sesuatu yang mustahil. Waktu itu pimpinan Gereja tertinggi adalah Paus Santo Pius V. Beliaulah yang memanggil semua orang Katolik untuk memohon bantuan Bunda Allah dan menggempur surga dengan rosario tanpa henti. Umat Katolik menanggapi seruan Paus selama pertempuran berlangsung. Dalam saat-saat kritis, saat pertempuran berat sebelah dengan armada Kristen yang tak berdaya karena jumlahnya jauh amat kecil, tiba-tiba angin yang amat besar bertiup ke jurusan armada Turki. Armada yang kuat itu berantakan tenggelam, kapal pecah. 

Seharusnya berita itu baru sampai di Roma beberapa hari kemudian, tapi aneh, Paus justru yang memberi kabar ketika pada suatu pertemuan, tiba-tiba ia berkata : �marilah kita mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Allah, kemenangan sudah kita capai!�
Dua minggu kemudian Don John tiba di Roma membawa berita gembira tersebut. Isinya mengenai kemenangan yang terjadi tepat pada saat Paus mengumumkannya di Roma pada tanggal 7 Oktober 1571. Satu hari penuh dipersembahkan untuk menghormati Bunda dari semua kemenangan. 

Tahun berikutnya hari itu ditetapkan menjadi pesta Ratu Rosario yang Amat Suci.

Thursday, July 19, 2012

Katekese Maria Mengunjungi Elisabet


Ketika malaekat Gabriel membawa kabar gembira kepada Maria, ia menyampaikan juga kepada Maria peristiwa ilahi perkandungan Elisabeth. Malaikat Gabriel mengatakan bahwa Elisabeth sedang mengandung seorang anak laki-laki pada usia tuanya. Bayi laki-laki itu adalah Yohanes Pemandi, yang akan menjadi perintis jalan bagi Yesus, Juru Selamat yang dijanjikan oleh Allah.

Maria segera bergegas ke pegunungan Yudea, ke kota Karem, tempat tinggal Elisabeth dan Zakarias. Maria berangkat kesana untuk melayani Elisabeth. Sebagaimana kata Injil,pertemuan itu merupakan suatu peristiwa kegembiraan baik bagi Elisabeth maupun anak yang dikandungnya.
"Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan" (Luk 1:43-44)

Dalam perikop di atas; Bunda Maria mengunjungi Elisabet saudaranya. Ia juga sekaligus membawa Tuhan Yesus  sehingga ketika Maria mendengar salam dari Elizabet melonjaklah Yesus dari Rahim Maria, sehingga Elizabet penuh dengan Roh dan demikian pula ketika Elizabet mendengar salam dari Maria melonjaklah pula  Santo Yohanes Pembaptis karena kegirangan.  dari kunjungan ini Kita bisa melihat, Kristus mau mengunjungi kita umat-Nya meskipun kita berdosa. tapi kunjungan ini tidak lepas dari usaha  Bunda Maria pula, banyak orang datang dan semakin dekat kepada Tuhan Yesus. Kita hendaknya sebagai Umat Katolik hendaknya mengambil bagian dalam karya berani mewartakan Injil Kristus melalui kesaksian-kesaksian Iman dan perbuatan-perbuatan kasih kepada sesama. dan sekaligus juga kita juga harus melihat sesama kita yang kekurangan dan membantunya. 

Dominus illuminatio mea
Referensi:Iman Katolik

Recent Post