Latest News

Showing posts with label Gereja Katolik. Show all posts
Showing posts with label Gereja Katolik. Show all posts

Tuesday, August 5, 2014

Dominus Iesus, Dasar Dialog Bagi Anggota Gereja

Sebuah tulisan karya Alexander Maria W dalam blognya.

Seorang anggota keluarga besarku pernah suatu kali bertanya �Mengapa kita harus beragama Katolik?�. Sebuah pertanyaan retoris yang dijawab oleh dirinya sendiri dengan mengatakan �Semua agama menuju kepada Tuhan dan di antara semua agama itu yang paling singkat dalam menuju Tuhan adalah Katolik�. Saya tidak mengetahui mengapa setiap dari kita beragama dan mengapa ada beberapa dari kita yang beragama Katolik tetapi saya mendapatkan pemahaman berbeda mengenai pertanyaan �paman� saya tersebut dalam beberapa hari ini. Mari kita membaca dokumen Gereja Dominus Iesus.

1. Tuhan Yesus memberikan amanat kepada Para Rasul untuk mewartakan Injil kepada segala bangsa dan membaptis mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Inilah dasar misi Gereja dalam mewartakan Misteri Tritunggal dan Inkarnasi Allah Putra. Inilah misi yang dipegang teguh dan dilaksanakan dengan setia oleh Gereja dari abad ke abad. Dialog dengan agama lain adalah suatu bentuk pewartaan Misteri ini.

2.  Ancaman terhadap misi pewartaan Gereja adalah teori relativisme yang menyatakan ada banyak jalan menuju keselamatan, bahwa keselamatan dapat diraih dalam agama lain. Ada perbedaan mendasar antara iman Kristen dengan iman agama lain. Iman Kristen adalah penerimaan penuh ketaatan kepada rahmat pewahyuan diri Allah sendiri. Iman agama lain adalah kumpulan kebijaksanaan dan pengalaman spiritual manusia dalam upayanya mencari Tuhan. Gereja mengakui bahwa kitab suci agama tertentu mungkin mengandung beberapa eleman kebenaran, sebagai pantulan sinar dari Kebenaran yang Satu, yang menerangi seluruh manusia. Di saat yang sama, Gereja dengan teguh menyatakan bahwa �tulisan yang diinspirasi oleh Allah� hanyalah Kitab Suci Kristen (Alkitab), yang dengan teguh, setia dan tanpa cacat, mengajarkan kebenaran akan Allah kepada manusia.

3. Ajaran yang harus diimani dengan teguh adalah:
a. Manusia hanya diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Ajaran yang menyatakan bahwa manusia dapat diselamatkan melalui cara lain selain melalui Tuhan Yesus harus ditolak. Tidak perlu ragu untuk menyatakan bahwa penebusan oleh Tuhan Yesus adalah sesuatu yang mutlak diperlukan bagi keselamatan manusia. Pernyataan ini adalah bukti ketaatan kepada kebenaran iman.

b. Di sisi lain, Gereja mengajarkan bahwa manusia dapat diselamatkan oleh pribadi lain hanya dan hanya jika penyelamatan oleh pribadi lain ini berlangsung di dalam penyelamatan oleh Tuhan Yesus. Ini bearti ajaran bahwa �Gereja adalah sakramen keselamatan� dan �Maria Co-Redemptrix� tidak berlawanan dengan ajaran �Tuhan Yesus adalah satu-satunya pengantara dan penyelamat manusia�.

Jesus the Redeemer. Lukisan untuk memperingati 300 th kelahiran St. Alfonsus
c. Pewahyuan Allah telah sempurna dan telah lengkap dalam diri Tuhan Yesus, Putra Allah yang telah menjelma menjadi manusia. Tidak ada pewahyuan lain yang lebih lengkap dan/atau lebih sempurna selain pewahyuan diri Allah dalam Tuhan Yesus, dalam kehadiranNya, dalam perkataan dan perbuatanNya, dalam tanda dan mukjizatNya, dan terutama dalam wafat dan kebangkitanNya, serta akhirnya dalam perutusan Roh Kudus. Dengan demikian ajaran agama tertentu bahwa pewartaan Tuhan Yesus belumlah lengkap sehingga perlu disempurnakan oleh pewartaan seorang tokoh lain harus ditolak. 

d. Yesus Kristus adalah Firman yang telah menjadi manusia. Sang Firman dan Yesus Kristus adalah satu dan sama. Usaha yang berniat memisahkan keduaNya harus ditolak. Ini bearti ajaran tertentu yang menyatakan bahwa penebusan oleh Firman bersifat lebih universal dan mencakup seluruh manusia sedangkan penebusan oleh Yesus Kristus hanya mencakup orang Kristen harus ditolak.

e. Memang benar bahwa Roh Kudus menebarkan benih-benih Sang Sabda pada seluruh kebudayaan dalam seluruh rentang sejarah sebagai persiapan terhadap pemenuhan pewahyuan dan penyelamatan dalam diri Tuhan Yesus. Ini tidak bearti penebusan oleh Roh Kudus bersifat lebih universal daripada penebusan oleh Tuhan Yesus. Rahmat penebusan adalah hasil karya Tritunggal. Tidak ada Pribadi dalam Tritunggal yang bertindak sendiri-sendiri, terpisah dari Pribadi lainnya. Karya Roh Kudus bukanlah suatu alternatif terhadap karya Tuhan Yesus. Roh Kudus bekerja dalam Inkarnasi, kehidupan, karya, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus serta dalam Gereja. Tuhan Yesus tidak dapat dipisahkan dari Roh Kudus.

f. Sebagaimana Tuhan Yesus nyata kepada kita saat ini melalui Tubuh MistikNya, yaitu Gereja, dan sebagaimana penebusan Tuhan Yesus adalah sesuatu yang mutlak bagi keselamatan manusia, Gereja adalah sakramen keselamatan universal. Sebagaimana Tuhan Yesus menekankan pentingnya iman yang dinyatakan dalam pembaptisan, keikut sertaan seseorang dalam Gereja adalah sesuatu yang mutlak diperlukan demi keselamatannya karena hanya melalui pembaptisan seseorang masuk ke dalam Gereja. Ajaran yang menyatakan bahwa Gereja hanyalah salah satu jalan menuju keselamatan di antara beberapa jalan (agama) lain harus ditolak.

g. Sebagaimana hanya ada satu Tuhan Yesus, hanya ada satu MempelaiNya, yaitu Gereja Katolik. Melalui suksesi apostolik, Gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus hanya dapat ditemukan di dalam diri Gereja Katolik.

 

h. Gereja-Gereja (maksudnya skismatik) yang tidak berada di dalam persatuan penuh dengan Gereja Katolik, sebagai akibat dari penolakan mereka terhadap Keutamaan Petrus (dan Penerusnya, para Paus), tetapi tetap mempertahankan suksesi apostolik dan Ekaristi yang sah adalah Gereja dalam arti yang sesungguhnya.

i. Komunitas Gerejani (maksudnya denominasi Protestan) yang tidak mempertahankan suksesi apostolik dan tidak memiliki Ekaristi yang sah bukanlah Gereja dalam arti yang sesungguhnya. Namun demikian, para anggota komunitas Gerejani ini yang telah dibaptis telah dipersatukan dengan Kristus.   

j. Rahmat keselamatan, yang berasal dari Allah oleh Tuhan Yesus di dalam Roh Kudus dan yang selalu memiliki hubungan dengan Gereja, dapat diterima oleh seseorang yang tidak tergabung secara formal ke dalam Gereja. Bagaimana cara rahmat ini dapat sampai kepada orang tersebut adalah sebuah misteri yang hanya diketahui oleh Allah. Ini adalah bagian yang rumit yang mungkin membutuhkan pembahasan terpisah.

4. Dialog antar agama merupakan bentuk dari pewartaan Gereja. Ini bearti:
a. Semua anggota Gereja yang terlibat dalam dialog antar agama tidap perlu ragu untuk berpegang teguh pada ajaran Gereja karena Gereja selalu mengajarkan kebenaran.

b. Dialog harus dilakukan atas dasar kebebasan dan persamaan derajat. Tidak boleh ada pemaksaan kehendak.


c. Persamaan derajat yang dimaksud adalah persamaan derajat para peserta dialog. Ini tidak berarti Tuhan Yesus memiliki derajat yang sama, apalagi lebih rendah, dengan pendiri agama lain. Yesus Kristus adalah Allah sejati yang telah menjelma menjadi manusia.

d. Persamaan derajat juga tidak berarti ajaran Gereja berada dalam derajat yang sama dengan ajaran agama lain. Dialog antar-agama tidak bertujuan mencari jalan tengah antara ajaran Gereja dengan ajaran agama lain sehingga menghasilkan sebuah paham sinkretisme baru. Dialog antar-agama adalah suatu kesempatan untuk mewartakan kebenaran ajaran Gereja kepada pengikut agama lain tanpa ada paksaan bagi pengikut agama lain untuk memeluk iman Katolik. 

5. Saya sangat menganjurkan pembaca untuk membaca dokumen Dominus Iesus ini secara langsung karena ajaran yang dikandungnya sangat penting (yang tidak mungkin saya mengerti sepenuhnya) dan kata-kata yang digunakan sangat indah, lugas dan tegas (yang tidak mungkin saya kutip sepenuhnya). Teks dalam bahasa Inggris dapat dibaca di sini sedang terjemahannya dalam bahasa Indonesia dapat dibaca di sini.


Vivit Dominus in cuius Conspectu sto.

Thursday, March 21, 2013

Homili Misa Inaugurasi Paus Fransiskus


Saudara dan saudari terkasih, saya berterima kasih kepada Tuhan karena saya dapat merayakan Misa Kudus untuk inagurasi pelayanan Petrus saya ini pada Hari Raya Santo Yosef, suami dari Perawan Maria dan pelindung Gereja semesta. Suatu kebetulan yang berarti, dan juga hari nama pendahulu saya yang terhormat : kita dekat padanya dengan doa-doa kita, penuh kasih sayang dan rasa syukur.

Saya menawarkan salam hangat untuk saudaraku para kardinal dan uskup, imam, diakon, biarawan dan biarawati, serta semua umat beriman. Saya berterima kasih kepada para perwakilan Gereja dan komunitas gerejawi lainnya, serta perwakilan dari komunitas Yahudi dan komunitas keagamaan lainnya, karena kehadiran mereka. Salam ramah saya untuk para kepala negara dan pemerintahan, para anggota delegasi resmi dari berbagai negara di seluruh dunia, dan korps diplomatik.

Dalam Injil kita mendengar bahwa "Yosef berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya� (Mat 1:24). Kata-kata ini mengarah kepada perutusan yang Tuhan percayakan kepada Yosef : ia menjadi kustos, pelindung. Pelindung dari siapa? Pelindung Maria dan Yesus; tetapi perlindungan ini kemudian diperluas kepada Gereja, sebagaimana dikatakan Beato Yohanes Paulus II: "Sama seperti Santo Yosef merawat penuh kasih Maria dan dengan senang hati mengabdikan dirinya untuk membesarkan Yesus Kristus, demikian pula ia memelihara dan melindungi Tubuh Mistik Kristus, Gereja, di mana Perawan Maria adalah teladan dan modelnya" (Redemptoris Custos, 1).

Bagaimana Yosef melaksanakan perannya sebagai pelindung? Dengan diam-diam, rendah hati dan hening, tapi dengan kehadiran dan ungkapan kesetiaan tanpa henti, bahkan ketika ia menemukannya sulit untuk dipahami. Sejak saat pertunangannya dengan Maria hingga diketemukannya Yesus yang berumur dua belas tahun di Bait Allah di Yerusalem, ia ada di sana setiap saat dengan penuh kasih sayang. Sebagai suami Maria, ia berada di dekatnya pada saat baik dan buruk, pada perjalanan ke Betlehem untuk sensus dan dalam saat-saat cemas dan sukacita ketika Maria melahirkan; di tengah drama pelarian ke Mesir dan selama pencarian yang panik Anak mereka di Bait Allah; dan kemudian dalam kehidupan sehari-hari rumah tangga Nazaret, dalam tempat kerja di mana ia mengajarkan keahliannya pada Yesus.

Bagaimana Yosef menanggapi panggilannya untuk menjadi pelindung Maria, Yesus dan Gereja? Dengan terus-menerus memperhatikan Allah, terbuka bagi tanda-tanda kehadiran Allah dan menerima rencana Allah, dan tidak hanya untuk dirinya sendiri. Ini adalah apa yang Allah minta dari Daud, seperti yang kita dengar dalam Bacaan Pertama. Allah tidak menginginkan rumah yang dibangun oleh manusia, tetapi kesetiaan pada sabda-Nya, pada rencana-Nya. Allah sendiri yang membangun rumah, tapi dari batu hidup yang dimeteraikan oleh Roh-Nya. Yosef adalah "pelindung" karena ia mampu mendengar suara Allah dan dipandu oleh kehendak-Nya; dan karena alasan ini ia jauh lebih peka terhadap orang-orang yang dipercayakan kepada pengamanannya. Dia mampu melihat hal-hal secara nyata, ia berhubungan dengan sekitarnya, ia dapat membuat keputusan yang benar-benar bijaksana. Dalam dirinya, sahabat-sahabat terkasih, kita belajar bagaimana untuk menanggapi panggilan Allah, dengan kesiapsediaan dan  kerelaan, tetapi kita juga melihat inti panggilan Kristiani, yaitu Kristus! Mari kita melindungi Kristus dalam hidup kita, sehingga kita bisa melindungi orang lain, sehingga kita dapat melindungi ciptaan!

Panggilan menjadi seorang "pelindung", bagaimanapun juga, bukan hanya sesuatu yang melibatkan kita orang Kristiani saja; panggilan tersebut juga memiliki segi utama yang sungguh manusiawi, melibatkan semua orang. Ini berarti melindungi semua ciptaan, keindahan dunia yang diciptakan, seperti yang diceritakan Kitab Kejadian kepada kita dan seperti yang ditunjukkan Santo Fransiskus dari Asisi kepada kita. Ini berarti menghormati setiap ciptaan Tuhan dan menghormati lingkungan di mana kita hidup. Ini berarti melindungi umat manusia, menunjukkan perhatian kasih untuk masing-masing dan setiap orang, terutama anak-anak, orang tua, orang-orang yang berkebutuhan, yang sering kali yang terakhir kita pikirkan. Ini berarti peduli satu sama lain dalam keluarga kita: suami dan istri pertama-tama melindungi satu sama lain, dan kemudian, sebagai orang tua, mereka merawat anak-anak mereka, dan anak-anak sendiri, pada saatnya, melindungi orang tua mereka. Ini berarti membangun persahabatan yang tulus di mana kita melindungi satu sama lain dalam kepercayaan, rasa hormat, dan kebaikan. Pada akhirnya, semuanya telah dipercayakan kepada perlindungan kita, dan kita semua bertanggung jawab untuknya. Jadilah pelindung karunia Allah!

Setiap kali manusia gagal untuk menghidupi tanggung jawab ini, setiap kali kita gagal peduli bagi ciptaan dan bagi saudara dan saudari kita, suatu jalan terbuka bagi kebinasaan dan hati yang mengeras. Tragisnya, dalam setiap periode sejarah ada "Herodes" yang merencanakan kematian, mendatangkan malapetaka, dan mengotori wajah laki-laki dan perempuan.

Saya meminta semua orang yang memiliki tanggung jawab dalam kehidupan ekonomi, politik dan sosial, dan semua laki-laki dan perempuan yang berkehendak baik: marilah kita menjadi "pelindung" ciptaan, pelindung rencana Allah yang tergores dalam alam, pelindung satu sama lain dan lingkungan. Mari kita tidak mengizinkan tanda-tanda kehancuran dan kematian untuk menyertai kemajuan dunia ini! Tetapi menjadi "pelindung", kita juga harus berjaga-jaga atas diri kita sendiri! Janganlah kita lupa sehingga kebencian, iri hati dan kebanggaan mencemari hidup kita! Menjadi pelindung, kemudian, juga berarti tetap menjaga perasaan kita, hati kita, karena mereka adalah tempat duduk niat baik dan jahat: niat yang membangun dan meruntuhkan! Kita tidak harus takut akan kebaikan atau bahkan kelembutan!

Di sini saya akan menambahkan satu hal lagi: peduli, melindungi, membutuhkan kebaikan, itu memanggil untuk kelembutan tertentu. Dalam Injil, Santo Yosef muncul sebagai orang yang kuat dan teguh, seorang manusia pekerja, namun dalam hatinya kita melihat kelembutan yang besar, yang bukan merupakan kebajikan orang lemah melainkan tanda kekuatan semangat dan kecakapan bagi perhatian, bagi kasih sayang, bagi keterbukaan yang tulus untuk orang lain, bagi kasih. Kita tidak harus takut akan kebaikan, akan kelembutan!

Hari ini, bertepatan dengan Pesta Santo Yosef, kita merayakan awal jabatan Uskup Roma yang baru, Penerus Santo Petrus, yang juga melibatkan kuasa tertentu. Tentu saja, Yesus Kristus memberikan kuasa atas Petrus, tetapi seperti apa kuasa itu? Tiga pertanyaan Yesus kepada Petrus tentang kasih yang diikuti oleh tiga perintah: Gembalakanlah domba-domba-Ku, beri makan domba-domba-Ku. Mari kita tidak pernah lupa bahwa kekuatan otentik adalah pelayanan, dan bahwa Paus juga, ketika menjalankan kekuasaan, harus semakin penuh masuk ke dalam pelayanan yang memiliki puncak yang bercahaya pada Salib. Ia harus terinspirasi oleh pelayanan yang rendah hati, teguh dan setia yang ditandakan Santo Yosef dan, seperti dia, ia harus membuka lengannya untuk melindungi semua umat Allah dan merangkul dengan kasih sayang yang lembut seluruh umat manusia, terutama yang paling miskin, yang paling lemah, yang tersisih, orang-orang yang dirinci Matius dalam penghakiman akhir tentang kasih: yang lapar, yang haus, orang asing, yang telanjang, yang sakit dan orang-orang dalam penjara (bdk. Mat 25:31-46). Hanya mereka yang melayani dengan kasih yang mampu melindungi!

Dalam Bacaan Kedua, Santo Paulus berbicara tentang Abraham, yang "tidak ada dasar untuk berharap, namun percaya" (Rm 4:18). Tidak ada dasar untuk berharap! Hari ini juga, di tengah begitu banyak kegelapan, kita perlu melihat cahaya harapan dan menjadi laki-laki dan perempuan yang membawa harapan kepada orang lain. Melindungi ciptaan, melindungi setiap laki-laki dan setiap perempuan, memandang mereka dengan kelembutan dan kasih, adalah membuka cakrawala harapan; membiarkan seberkas cahaya menerobos awan tebal; membawa kehangatan harapan! Bagi orang percaya, bagi kita orang Kristiani, seperti Abraham, seperti Santo Yosef, harapan yang kita bawa diatur terhadap cakrawala Allah, yang telah terbentang di hadapan kita dalam Kristus. Suatu harapan yang dibangun di atas batu karang yang adalah Allah.

Melindungi Yesus dengan Maria, melindungi seluruh ciptaan, melindungi setiap orang, terutama yang paling miskin, melindungi diri kita sendiri: ini adalah pelayanan di mana Uskup Roma dipanggil untuk melaksanakannya, namun salah satu dari kita semua dipanggil, sehingga bintang harapan akan bersinar terang. Mari kita melindungi dengan kasih yang seluruhnya telah diberikan Allah kepada kita!

Saya memohon perantaraan Bunda Maria, Santo Yosef, Santo Petrus dan Paulus, dan Santo Fransiskus, sehingga Roh Kudus dapat menyertai pelayanan saya, dan saya minta Anda semua untuk berdoa bagi saya! Amin.

Paus Fransiskus
Vatican

Dominus Illuminatio Mea!

Thursday, March 14, 2013

NOTIFIKASI NAMA PAUS FRANSISKUS

Paus Fransiskus sedang berdoa di Basilika Santa Maria Mayor
Baru-baru ini banyak orang yang menyebut Paus kita yang baru Paus Fransiskus I, sebutan ini sebenarnya keliru, "seharusnya hanya nama Paus Fransiskus saja dan tanpa adanya tambahan "I" dikarenakan nama Fransiskus baru pertama kali digunakan sebagai nama Kepausan" ujar juru bicara Vatikan Pater Federico Lombardi S.J . Kita bisa mencari buktinya misalnya dari Paus Santo Fabianus, Paus Santo Fabianus menjadi Paus ke 20 pada tanggal 10 Januari 136 dan meninggal pada tanggal 20 Januari 250. Ia menggantikan Paus Anterus (235-236). Ia berasal dari kota Roma. Pada masa Kepausannya Gereja mengalami suatu periode yang amat nyaman dan tentram dari penganiayaan kekaisaran Roma. 

Paus Fabianus memulai mengatur adminitrasi Gereja di Roma dengan membagi menjadi tujuh kelompok umat dalam tujuh wilayah gerejani masing-masing dikepalai oleh seorang diakon. Ia juga mengangkat tujuh orang subdiakon untuk mengumpulkan laporan-laporan tertulis perihal penderitaan para martir dan bertanggungjawab atas pemindahan tulang belulang Sri Paus Santo Pontianus dari Sardinia ke Pekuburan Santo Kallistus di Roma.

Nama asli Beliau tidak diketahui secara pasti, namun ditulisan ini saya tidak menuliskan angka I dibelakang nama Beliau, karena nama Fabianus baru pertama kali digunakan dalam nama Kepausan. Sehingga apabila nanti ada seorang Paus baru lagi yang terpilih dan ia mengambil nama Fabianus maka nama Kepausannya akan bernama Paus Fabianus II. Sekarang marilah kita berdoa agar Paus kita yang baru ini, Paus Fransiskus mampu memimpin Gereja Kristus dan negara Vatikan sebijaksana mungkin seperti para pendahulunya yang lalu dan juga agar Beliau mampu hidup kudus dihadapan Allah seperti Paus Santo Fabianus, berpola pikir brilian seperti Paus Emeritus Benediktus XVI, memegang teguh iman Katolik seperti Beato Paus Pius IX dan melayani Kristus dan sesama dengan penuh kasih seperti Beato Paus Yohanes Paulus II. Amin

Tambahan:
Kisah selanjutnya Paus Santo Fabianus dapat anda lihat disini dan juga daftar Paus Gereja Katolik  disini

Dominus Illuminatio Mea!

Naskah Pidato Pertama Paus Fransiskus


Selamat malam saudara dan saudari!

Seperti yang anda semua ketahui, bahwa Konklaf  mengemban sebuah tugas untuk menunjuk salah seorang untuk menjadi Uskup Roma. Dan tampaknya para Kardinal yang merupakan saudara-saudara saya harus melakukan sebuah pencarian maupun perjalanan sampai ke ujung bumi untuk mendapatkannya dan akhirnya disinilah dia berada. Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan dan antusias yang anda berikan kepada saya dari Keuskupan Roma.

Pertama-tama marilah kita berdoa untuk Uskup Emeritus Benediktus XVI, mari kita semua berdoa bersama-sama untuk Beliau, agar Tuhan senantiasa melimpahkan berkat dan kasihNya kepada Beliau dan juga agar Bunda kita, Maria selalu melindunginya.

[Berdoa Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan]

Dan sekarang, Saya ajak anda semua untuk bersama-sama menempuh sebuah perjalanan, antara Uskup dengan umat beriman. Perjalanan Gereja Roma ini dituntut untuk memimpin seluruh Gereja dengan kasih, dimana kita sebagai umat Allah harus bersama-sama menjujung sebuah ikatan persaudaraan yang didalamnya terdapat sebuah tali kasih yang saling mempercayai satu sama lain. Sekarang marilah kita semua saling berdoa untuk satu sama lain dan bagi seluruh dunia sehingga terciptalah semangat persaudaraan sejati. Saya berharap agar perjalanan Gereja yang kita awali pada hari ini, bersama-sama dengan para Kardinal, berbuah yang melimpah-limpah bagi karya penginjilan di kota yang indah ini.

Dan kini saya akan memberikan berkat kepada anda dan sebelum saya memberikan berkat, saya memohon kepada anda, sebuah permintaan. Sebelum saya memberkati anda, saya memohon agar anda mendoakan saya kepada Allah agar Allah menurunkan berkatNya bagi Saya - doa umat bagi Bapa Uskup � dan sekarang marilah kita berdoa didalam ketenangan.

[Seorang Protodiakon mengumumkan bahwa setiap orang yang menerima berkat Paus, baik secara langsung atau melalui radio, televisi atau sarana komunikasi lainnya. Telah menerima indulgensi penuh dalam bentuk yang ditetapkan oleh Gereja. Ia (protodiakon) berdoa agar Allah Yang Mahakuasa melindungi dan menjaga Paus sehingga Beliau mampu memimpin Gereja Kristus tahun-tahun yang akan datang, dan agar Beliau membuahkan sebuah rasa perdamaian kepada Gereja di seluruh dunia.]

[Dan kini Paus Fransiskus memberikan berkat pertamanya sebagai seorang Paus atau yang lebih dikenal dengan istilah Urbi et Orbi.]

Kini Saya akan memberikan berkat kepada anda semua dan bagi seluruh dunia, untuk setiap orang baik Pria maupun Wanita.

Saudara dan saudari, kini Saya akan meninggalkan anda. Terima kasih banyak atas sambutan yang begitu besar dari anda sekalian. Doakan saya dan sampai jumpa lagi nanti. Kita akan segera bertemu lagi. Besok, saya akan berdoa kepada Bunda Maria, meminta agar Ia melindungi Roma. Selamat malam dan beristirahatlah dengan nyenyak.




sumber: news.va
Dominus illuminatio mea 

Saturday, March 9, 2013

Konklaf, Sebuah Cara Untuk Memilih Paus Baru


Konklaf adalah sebuah pertemuan tertutup dimana para Kardinal yang berusia kurang dari 80 tahun � dalam hal ini bisa dipilih � memilih seorang penerus Paus yang baru saja meninggal dunia atau yang mengundurkan diri. Kata Konklaf  berasal dari ungkapan Latin cum clave (dengan sebuah kunci); kata tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan conclave. Pada sebuah Konklaf para Kardinal harus dipisahkan dari segala pengaruh luar dengan memasuki ruangan terkunci dan tetap tinggal di sana sampai ada yang terpilih menjadi Paus.

Saat ini, ruang Konklaf yang terkunci adalah Kapel Sistine di Vatikan, yang ditetapkan oleh Paus Siktus IV (1471-1484).  Disana ada sebuah fresco atau lukisan dinding yang cocok, yaitu Christ Consigns the Keys to Peter karya Pietro Perugino, yang menggambarkan peristiwa dalam Matius 16:19: Yesus memberikan kunci kepada Petrus. Langit-langit Kapel Sistine dipenuhi fresco atau lukisan terkenal dari abad ke 16 karya Michaelangelo tentang Penciptaan, yang didominasi oleh gambar Allah dan Adam yang saling menyentung ujung-ujung jemari, dan juga karyanya Last Judgjement, yang dilukis beberapa decade kemudian, diatas Altar.

Konklaf harus bersifat retret suci, sesuai dengan aturan Konklaf yang ditetapkan oleh Paus Paulus VI pada tahun 1975. Pada tahun 1978, Kardinal Basil Hume dari Inggris mengatakan dia menjadi sangat sadar bahwa didalam Konklaf itu �tidak ada sesuatu di antara para Kardinal dan Allah.� Yohanes Paulus II, dalam petunjuknya tentang Konklaf yang dikeluarkan pada tahun 1996, mengingastkan para Kardinal agar mereka duduk dibawah fresco Last Judgjement, yang membuat tempat itu �kondusif bagi kesadaran akan kehadiran Allah, yang dalam pandangan-Nya setiap orang pada suatu hari akan diadili.�

Pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2013 mendatang, 115 Kardinal pemilih akan memulai dengan konklaf. Sebelum Konklaf dimulai para Kardinal akan dimerayakan Misa yang biasanya disebut dengan istilah �Pro Eligendo Romano Pontifice� (Misa pemilihan Paus Roma) dipimpin oleh Pemimpin Kollegium para Kardinal, yakni Kardinal Angelo Sodano.

Maka pada sore hari nanti para Kardinal pemilih akan berkumpul di Kapel Paulin di Vatikan, lalu melakukan prosesi perarakan dengan memadahkan Litani Para Kudus agar para Kudus di Surga ikut berdoa kepada Allah agar terpilih seorang Paus yang brilian seperti Paus Benediktus XVI, yang penuh kasih seperti Beato Paus Yohanes Paulus II dan sesuci Paus Santo Fabianus.

Setelah tiba di Kapel Sistina, para Kardinal pemilih akan duduk di tempat duduk yang telah disediakan jauh-jauh hari sebelumnya. Setelah semuanya duduk maka untuk membuka Konklaf akan dimulai doa sejenak, setelah doa seleseai maka Master Seremoni Papale, Monsignor Guido Marini, akan berkata �Extra Omnes!�, yang artinya artinya semua yang bukan Kardinal Pemilih harus meninggalkan Kapel Sistina. Pintu Kapel pun ditutup dan salah seorang dari Garda Swiss akan berjaga-jaga dipintu depan.


Didalam Kapel Sistine, setiap Kardinal telah disediakan kursi dan sebuah meja kecil, untuk memilih 2 kali sehari; tiap sesi dengan 2 pemilihhan, walaupun sesi malam pertama, setelah sebuah Misa dan banyak urusan procedural, hanya 1 pilihan. Di dalam Kapel itu tidak ada kampanye, pidato para calon, atau bentuk-bentuk permainan politik lainnya. Yang mereka lakukan selama 2 sesi tersebut hanyalah membuat pilihan. Setiap cardinal memiliki surat suara yang berisikan tulisan Eligo in summum Pontificem (Saya memilih Imam Agung) � dan kemudian sebuah baris kosong. 
Conclave Overview
Dengan tanpa menulis identitas, mereka menuliskan sebuah nama, melipat kertas, dan kemudian tiap mereka berjalan melalui gang utama sambil memegang surat suara sehingga semua bisa melihat. Mereka kemudia menaruh surat suara tersebut pada sebuah jambangan besar (dulu sebuah kaliks, ketika hanya beberapa puluh surat suara) yang berada di Altar kemudian kembali ke tempat duduk setelah mengumumkan dengan keras �Saya memanggil Kristus Tuhan sebagai Saksi yang akan menjadi hakimku, agar pilihanku diberikan kepada orang yang dihadapan Tuhan saya piker harus dipilih.�

Beberapa Kardinal dipilih melalui undi. Jika jumlah surat suara yang belum dibuka tidak cocok dengan jumlah Kardinal, surat-surat tersebut dibakar tanpa dibuka atau dihitung. Jika jumlahnya sama, surat-surat itu dibaca (atau istilah resminya: diteliti) oleh seorang Kardinal yang membuat perhitungan diam-diam, kemudian oleh seorang Kardinal lain yang akan melakukan yang sama, lalu oleh Kardinal ketiga yang membaca nama dengan keras. Kardinal terakhir ini akan menusukkan jarum dan benang melintasi kata Eligo untuk menandakan bahwa sura suara tersebut telah dihitung sekali, seperti selembar tiket kereta api yang telah dilubangi dan tidak dapat digunakan lagi. Jika tak satu pun Kardinal mendapatkan 2/3 suara yang dipersyaratkan, atau 2/3 ditambah 1 jika jumlah Kardinal yang hadir dalam Kapel tidak bisa dibagi 3, surat-surat suara tersebut dibakar dan pemungutan suara dilakukan sekali lagi.

Kalau tidak, para Kardinal mengambil jeda untuk makan siang atau beristirahat. Setelah kandidat Paus memperoleh jumlah suara yang mencukupi, Dekan Kolegialitas Kardinal dengan ditemani 2 orang Kardinal lainnya, melangkah menuju tempat duduk calon Paus dan bertanya dalam bahasa Latin, "Acceptasne electionem de te canonice factam in summum Pontificem?" (Apakah Anda menerima pemilihan sebagai seorang Paus?). Jika sang Kardinal menerima jabatan barunya sebagai seorang Suksesor Rasuliah Santo Petrus maka Ia akan menjawab "Accepto" (Saya menerima). Sang Dekan kemudian bertanya, "Dengan nama apa, kamu akan dipanggil?" Paus  yang baru kemudian harus menentukan sendiri nama panggilannya yang akan digunakan selama masa jabatannya.

Segera setelah seorang telah dipilih oleh Kristus untuk menggembalakan GerejaNya satu-satunya  yang Katolik maka Konklaf pun akhirnya ditutup, walaupun ada beberapa waktu sebelum segel pada pintu dibuka dan berita tersebut diumukan secara resmi. Pertama, Paus terpilih harus dikenakan pakaian Gerejani di kapel yang lazim disebut Kapel Tears. 

Pada tahun 1958, tak satu pun pakaian Gerejani yang cocok dengan Yohanes XXIII yang gemuk. �Saya merasa telah diikat dan siap untuk dikirimkan,� katanya. Kemudian, sekembalinya ke Kapel Sistine, sang Paus mendapatkan ucapan selamat dari para Kardinal. Menurut seorang Kardinal dari Cologne, Paus Yohanes Paulus I berkata kepada mereka, �Allah akan mengampuni kamu atas apa yang telah kamu lakukan padaku.� 

Sementara itu, surat-surat suara yang dibakar diharapkan mengeluarkan asap putih (berkat sebuah zat kimia) untuk menandakan pemilihan yang sukses atau pada masa lampau jika pemilihan suara belum dapat menentukan Paus yang baru, maka sebuah jerami basah akan dibakar bersama kertas pemilihan suara sehingga menghasilkan asap berwarna hitam. 

Tidak lebih dari kira-kira 1 jam, para Kardinal muncul dibalkon dan seorang dari mereka mengeluarkan pengumuman dengan cara tradisional: Habemus Papam ( kita memiliki Paus). Ketika seorang Paus baru terpilih, maka Kardinal Tauran (seorang Kardinal senior yang dipilih untuk mengumumkan bahwa Gereja Katolik sudah memiliki Paus Baru) akan muncul di atas balkon Basilika Santo Petrus dan mengumumkannya dengan menggunakan formula dalam Bahasa Latin:  "Annuntio vobis gaudium magnum. Habemus Papam. Eminentissium ac Reverendissium Dominum, Dominum <nama baptis> Sanctae Romanae Ecclesiae Cardinalem <nama keluarga> Qui sibi nomen imposuit <nama pontifikat>" (terj. bebas: "Saya memberitahukan Anda sebuah sukacita besar. Kita memiliki Paus. Yang Utama dan Yang Terhormat <nama baptis> Kardinal Gereja Roma yang Kudus <nama keluarga>, yang mengambil nama <nama pontifikat>). 

Setelah itu Paus yang baru tampil mengangkat tangannya seakan-akan ingin memeluk seluruh umat beriman yang hadir lalu menyapa umat yang berpuluh ribu sekaligus para wartawan yang meliput dengan beberapa patah kata dan terakhir memberikan berkat Apostolik pertamanya sebagai seorang Paus yang baru. Lalu setelah kata penyambutan ini selesai maka Paus yang baru akan bergegas kembali Domus Sanctae Marthae untuk melihat sebuah kamar yang akan dihuninya sekitar 1 minggu sambil menunggu pemberesan dan beberapa pengubahan di Istana Kepausan 


Demikianlah ketika Joseph Alois Kardinal Ratzinger terpilih, kita mendengar pengumuman: "Saya memberitahukan Anda sebuah sukacita besar. Kita memiliki Paus. Yang Utama dan Yang Terhormat Joseph Kardinal Gereja Roma yang Kudus Ratzinger, yang mengambil nama Benediktus XVI".

Adalah sebuah tradisi kuno Gereja Universal bahwa seorang yang terpilih menjadi Paus untuk mengganti namanya. Tercatat dalam sejarah, Paus pertama yang melakukannya adalah Paus Yohanes II (masa pontifikat 533-535) karena nama aslinya berbau pagan: Merkurius. Kemudian pada tahun 983, seorang bernama Pietro Canepanova yang terpilih menjadi Paus, memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Yohanes XIV (masa pontifikat 983-984) untuk membedakan dengan Petrus, Rasul dan Paus pertama.

Penggantian nama ini kemudian menjadi sebuah tradisi sejak Paus Silvester II (masa pontifikat 999-1003). Namun tak seorang pun menyematkan nama Petrus sebagai nama pontifikatnya untuk menghormati Sang Paus pertama yang langsung ditunjuk oleh Yesus sendiri. Paus yang terakhir yang mempertahankan nama baptisnya adalah Paus Marcellus II (masa pontifikat 1501-1555) yang memiliki nama asli Marcello Cervini degli Spannochi. Sejauh ini, sudah ada 81 nama yang digunakan oleh para Paus. Yang terpopuler adalah Yohanes (23 kali digunakan), Benediktus (16), Gregorius (16), Klementinus (14), Innosensius (13), dan Pius (12). 

Paus Yohanes Paulus I (masa pontifikat 1978) adalah yang pertama yang menggunakan dua nama sekaligus Yohanes dan Paulus. Dan pada tahun ini para Kardinal dari seluruh dunia terkecuali Kardinal dari Indonesia yaitu Yang Utama Kardinal Darmaatmadja yang berhalangan hadir dengan alasan gangguan kesehatan untuk memilih Suksesor Rasuliah Santo Petrus sekaligus untuk memilih pengganti Paus Benediktus XVI yang kemungkinan akan berlangsung pada tanggal 12 Maret 2013 nanti. 

Semoga artikel ini bermanfaat dan mampu menambah pengetahuan kita akan Iman Katolik.


Artikel yang mungkin juga bagus untuk dibaca

Dominus illuminatio mea! 

Wednesday, February 27, 2013

Terima Kasih Paus Emeritus Benediktus XVI!



Disini Katolisitas Indonesia akan mengarsipkan beberapa buah video terakhir yang telah dipersembahkan oleh Paus Emeritus Benediktus XVI kepada seluruh umat beriman misalnya dalam bentuk Audiensi, doa Angelus, Misa Kudus. 


Memang perlu disadari bahwa usia Beliau sudah sangat lanjut, dan kita harus tahu bahwa memegang tugas sebagai seorang Paus bukanlah sebuah tugas yang bisa dianggap enteng, Beliau bukan hanya menggembalakan umat Kristus yang Katolik namun juga harus memimpin negara Vatikan sebaik mungkin. 


Terkadang kita harus bersedih mengapa seorang Paus yang amat brilian ini bisa mengundurkan diri, namun kita juga harus bangga! Karena kita umat Katolik dan seluruh dunia adalah saksi nyata pengunduran diri seorang Paus dalam rentang waktu hampir 600 tahun.



Mari Bercocok Tanan

Kretek Rempah Indonesia

Kretek Rempah Indonesia
Tanya Jawab Soal Alkitab Lengkap

Artikel Terbaik Untuk Mahasiswa

Artikel Terbaik Untuk Mahasiswa
Bahan Renungan Pribadi atau Kelompok

Wikipedia

Search results

Popular Posts

PENERBIT BUKU ILMIAH

PENERBIT BUKU ILMIAH
Untuk Yang Baru Lusus Perguruan Tinggi

USAHA TERNAK BEBEK

USAHA TERNAK BEBEK
Ingni Menambah Penghasilan Anda

CREDO - AKU PERCAYA

CREDO - AKU PERCAYA
Pengakuan Iman Kristiani

Subscribe

Ads

Repair Ship And Spares

Artikel Bagus Semua

Powered by Blogger.

Artikel Terbaik Untuk Karya Tulis

KK LIFORCE JAKARTA

KK LIFORCE JAKARTA
Kalung Menambah Stamina

Search This Blog

T R A N SLATE ARTICLES HERE